Bersajak Di Kaki Langit
Satu sajak satu langit
Rabu, Februari 29, 2012
Berbisik di Antara Semak
Jumat, Januari 13, 2012
Telah Hilang
Aku telah lama hilang dalam buntalan hujan di penghujung zaman, hanya tersisa setetes cahaya di antara remrimbunan yang menua.
Rabu, November 23, 2011
Terjalin
Sepasang pelangi yang terjalin oleh angin senja, dan yang kuucapkan padamu adalah keheningan di antaranya.
Engkau adalah warna dan akulah sapuannya, kehidupan pun jadi wahana selaksa rasa dan cita. Apa makna sekeping hati di ujung penantian, jika dunia adalah kau dan aku jua.
Aku menjadi waktu yang terlipat seribu, dan setunggal katamu menjadi ruang di mana semestaku berhenti berputar, menjelma pendar dalam sanubari yang berhenti melanglang.
Aku di sini, bersandar di depan pintumu, membungkuk mengucap salam pada senja yang mengedip mesra. Berlabuh pelukmu dengan kecup nirrasa, bak kehampaan yang memenuhi jagat nan berseru bahwa inilah awal sebuah kehidupan.
Rabu, September 28, 2011
Langgam Sukma
Aku datang di antara jiwa-jiwa yang hilang, menyamun lamun menguak duka. Laksana angin terakhir yang melesat di penghujung celah-celah kemarau, menjelma gerimis tertatih-tatih.
Aku kumpulan jiwa terpetik di kuncup-kuncup anyelir pagi. Laksana secercah cerah yang menggulung seruakan pertama pada kebenaran semesta.
Langkahku langgamku, jiwaku sukmaku, mengalir pelan ke bentangan tak bernama.
Kamis, Agustus 04, 2011
Menyepi Sejenak
Napasku lelah, bahkan tak sejengkal udara pun meninggalkan relung sesakku. Bak terhimpit dalam celah mega kanta, setetes hujan pun kan menenggelamkanku.
Akulah lelah yang merindu sunyi, letih yang menanti sepi. Seandainya napasku bukan jiwaku, telah lama kutanggalkan ia berserta nama-nama yang bersorak membahana.
Akulah awan yang menggulung pelan, menggeliat bosan di antara deru zaman. Seandainya cinta bukan sesuatu yang nyata, telah lama bidukku berlayar tanpa warna dan hanya berhias samudra.
Ah, kisah-kisah itu kini hanya sunyi di antara sepi. Letih telah menahan langkahku, dan kini kubiarkan sepi menemani, meski hanya sejenak, sebelum letih meminta jua napas tua ini.