Jumat, Maret 18, 2011

Menjerat Mimpi Mendulang Asa

Ini kisah sebelum insan terlelap candu dunia. Berbagi cahaya meruntuh gulita. Ada debaran dalam setiap hembusan hangat yang menerpa celah-celah pengaharapan, di mana kisah kebijaksanaan tua telah lama terjerat.

Sayap-sayap kecil turun dari surga, dengan bulu selembut cinta dan membalut sehangat kasih. Mereka tersenyum gurau, menyisih gundah di belantara lampau.

Inilah kidung-kidung yang tak tertahan jelata. Kentara di antara ufuk yang meruam pagi menjadi bulir-bulir cahaya. Karena kita insan biasa-Nya yang hendak bersayap dan berkecak wibawa.

Namun, tak ada kolong langit yang terlalu tinggi, bagi mereka yang berkidung jenaka. Karena bahagia adalah sayapnya yang tak terhingga. Andaipun langit tak terjangkau, masih ada bahagia tersulam mesra dalam senyumnya.

Karena ia hanyalah insan biasa, yang mendulang mimpi menjerat asa.

Kamis, Maret 10, 2011

Dongeng Separuh Rembulan

Aku teringat suaramu yang memerdukan kisah-kisah lama tentang moyang dan mereka yang telah hilang dari terkenang. Ada selaksa kebajikan yang tertuang jadi telaga indah dengan percikan gita-gita menghangatkan kalbu.

Dongengmu menjadi gemerisik yang membangkitkan awas, serta menghunus ujung kegundahan pada mereka yang mengingkari kebajikan dan labuhan hatinya sendiri.

Kebenaran tersembunyi dalam sunyi, dan mereka telah membelah rembulan yang jadi pelita bagi jiwa-jiwa penggeliat derita.

Kini, hanya tertinggal sejengkal napas yang tertitipkan di antara celah-celah langit - tempat engkau biasanya mendendang kisah-kisah kewiraan nan menggugah padaku.

Kini, seluruh gita hanyalah tetesan beku, tersibak embun di bawah separuh rembulan. Kehangatan menyulam asa yang pernah didendangkan, tertatih terseok lunglai.

Aku tak pandai memilin kisah dan menenun asa, pun jua tak cakap menghibah bahagia. Kan kusimpan bait-bait pelukanmu dalam sebulir kenangan di antara persimpangan zaman. Kuingin mendengar lagi dongeng separuh rembulanmu.

Karenanya, aku pun tak lama lagi, mengembangkan layar, melaju dendanganmu, sementara dunia memisah dan tak lagi serupa, aku akan datang lagi pada pangkauanmu. Dan itulah napas terakhirku, sebagaimana kisah-kisah itu berakhir seperti dulu dalam hembusan jiwamu kata selamat tinggal itu terucap.

Dan ini kan menjadi dongeng separuh rembulanku.

--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Making email access easy
http://mail.ovi.com

Rabu, Maret 09, 2011

Menanti Senja

Aku bukanlah munculan dalam bahtera senjamu, yang layar-layarnya telah lusuh terkayuh lelah dan peluh. Aku bukan pula mentari yang kau nantikan untuk terbenam bersama seluruh mimpi-mimpi, yang tercipta sebelum kehadiranku.

Aku bukan balutan ketakutan, bukan pula remahan ketidakberdayaan yang hendak menemanimu ketika dunia tak lagi benderang. Aku juga bukan mantra di atas karpet merah yang menunjukkan jalan keluar dari gulita menuju gemerlap dunia.

Aku hanyalah kesederhanaan senja yang tergubah jadi pelita, sebagaimana engkau yang jadi semilir di antara dua dunia. Maka ketika senja yang engkau nantikan berlalu, akan ada pelita senantiasa di dalam sanubarimu.

--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Making email access easy
http://mail.ovi.com