Jumat, Maret 18, 2011

Menjerat Mimpi Mendulang Asa

Ini kisah sebelum insan terlelap candu dunia. Berbagi cahaya meruntuh gulita. Ada debaran dalam setiap hembusan hangat yang menerpa celah-celah pengaharapan, di mana kisah kebijaksanaan tua telah lama terjerat.

Sayap-sayap kecil turun dari surga, dengan bulu selembut cinta dan membalut sehangat kasih. Mereka tersenyum gurau, menyisih gundah di belantara lampau.

Inilah kidung-kidung yang tak tertahan jelata. Kentara di antara ufuk yang meruam pagi menjadi bulir-bulir cahaya. Karena kita insan biasa-Nya yang hendak bersayap dan berkecak wibawa.

Namun, tak ada kolong langit yang terlalu tinggi, bagi mereka yang berkidung jenaka. Karena bahagia adalah sayapnya yang tak terhingga. Andaipun langit tak terjangkau, masih ada bahagia tersulam mesra dalam senyumnya.

Karena ia hanyalah insan biasa, yang mendulang mimpi menjerat asa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Do not hestitate to leave any comment here