Kamis, Juni 30, 2011

Mendekap Senja

Pun ada selaksa perhentian kala, terseret di antara remah-remah kelabu nan lembayung. Ada desir suara di antara mega, di antara retakan remang-remang hati manusia.

Adakah aku bilah-bilah bambu yang tertiup senja tertelan kala? Adakah aku rerumputan yang pucuk-pucuknya telah lelah melambai-lambai pada surya yang perlahan terbenam?

Bisikkan suara yang mengepakkan sayap sang gagak, kembali mendekap senja.

Selasa, Juni 14, 2011

Aku, Mentari dan Pagi

Engkau yang menyeruak di tepian jendela pagiku, merambat pelan di selusur dan pepucuk hijau.

Menepuk pelan angin dan embun, selembut engkau menepuk pelupuk mata ini dengan jingga yang memesona.

Akulah jiwa yang betebaran dalam serakan liar yang terbangun dari mimpi-mimpinya. Akulah mentari dan akulah pagi.