Aku, Mentari dan Pagi

Engkau yang menyeruak di tepian jendela pagiku, merambat pelan di selusur dan pepucuk hijau.

Menepuk pelan angin dan embun, selembut engkau menepuk pelupuk mata ini dengan jingga yang memesona.

Akulah jiwa yang betebaran dalam serakan liar yang terbangun dari mimpi-mimpinya. Akulah mentari dan akulah pagi.

Komentar

Postingan Populer