Kalbuku di Malammu

Aku terduduk lunglai laksana belulang tertekuk angin. Malam dan awan menyirnakan angan dan rembulan. Aku menengadah sejuta tanya, menelungkup sejuta jeda, dan napasku turut terbawa angin menekuk belulang.

Bentangan padang rumput meliarkan sang gulita, tersayup buaian jejak langkah sang pembawa pelita. Aku! Kumpulan jiwa dan kalbuku! Aku! Titipan waktu menggenang pilu!

Bintang-bintang memendar nyanyian syahdu, memanduku, merangkulku, dan kalbu yang terpikul malu-malu di antara hamparan senyummu.

Duhai pembawa pelita, engkau pemetik gempita suka cita.

Tuntunku di malammu.

Komentar

Postingan Populer