Kamis, Agustus 04, 2011

Menyepi Sejenak

Kusandarkan hening di labuhanmu wahai sang waktu, seperti temaram cahaya yang menggiring sadar ke lepas samudra, dan biarkan jiwaku meluluh dalam kalbumu.

Napasku lelah, bahkan tak sejengkal udara pun meninggalkan relung sesakku. Bak terhimpit dalam celah mega kanta, setetes hujan pun kan menenggelamkanku.

Akulah lelah yang merindu sunyi, letih yang menanti sepi. Seandainya napasku bukan jiwaku, telah lama kutanggalkan ia berserta nama-nama yang bersorak membahana.

Akulah awan yang menggulung pelan, menggeliat bosan di antara deru zaman. Seandainya cinta bukan sesuatu yang nyata, telah lama bidukku berlayar tanpa warna dan hanya berhias samudra.

Ah, kisah-kisah itu kini hanya sunyi di antara sepi. Letih telah menahan langkahku, dan kini kubiarkan sepi menemani, meski hanya sejenak, sebelum letih meminta jua napas tua ini.