Rabu, November 23, 2011

Terjalin

Sepasang pelangi yang terjalin oleh angin senja, dan yang kuucapkan padamu adalah keheningan di antaranya.

Engkau adalah warna dan akulah sapuannya, kehidupan pun jadi wahana selaksa rasa dan cita. Apa makna sekeping hati di ujung penantian, jika dunia adalah kau dan aku jua.

Aku menjadi waktu yang terlipat seribu, dan setunggal katamu menjadi ruang di mana semestaku berhenti berputar, menjelma pendar dalam sanubari yang berhenti melanglang.

Aku di sini, bersandar di depan pintumu, membungkuk mengucap salam pada senja yang mengedip mesra. Berlabuh pelukmu dengan kecup nirrasa, bak kehampaan yang memenuhi jagat nan berseru bahwa inilah awal sebuah kehidupan.

Terjalin.

Tanpa kata, tanpa rasa, tanpa kala.

Dan di sini, antara surya dan candra, engkau adalah kehidupan, dan akulah hembusannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Do not hestitate to leave any comment here