Selasa, Desember 04, 2012

Di Persimpangan

Getir langkah di persimpangan, di mana insan-insan berlomba meninggi dan merendahkan. Kecut daya melihat, ketika ketelanjangan kemanusiaan menjadi tabu kabarnya.

Bisik-bisik menyeringai menghantui persimpangan, kasak-kusuk berbumbu satir pedas dan dingin menusuk tajam dan berhamburan. Namun tak ada bahana yang menghalau benar ke tengah kesimpang-siuran.

Menatap pelan dan bernapas pelan, anak manusia yang baru tiba di persimpangan. Bertanya, apa sisa kata yang bisa dia ungkapkan?

Kamis, Oktober 25, 2012

Kepompong Debu

Aku kepompong debu, menggelantung di penghujung waktu.

Dindingku tak bergincu, nirsona bercumbu bertalu.

Aku kepompong debu, asaku menjurai dan berlalu.

Kaitku tertiup tertipu, pesona maya meredup sendu.

Jumat, Agustus 10, 2012

Kecupan Pagi

Aku menautkan mimpi di antara kecupan pagimu yang baru saja merekah dari balik tirai yang gulita. Aku lantunkan sebait rindu yang mulai menghangat dan menyesakkannya ke dalam lamunan pagimu.

Aku adalah angan yang memilin keraguanmu dan menjadikannya selusur rajutan kasih.

Aku adalah waktu yang menabur pupuk suka cita di sepanjang perjalanan, menjadikanmu benih yang menyembul dan mengirup setiap tebaran asa yang melayang bebas.

Ya, Akulah kecupan pagimu yang membuat setiap keinginan murni di sela sinar pagi menjadi sedemikian wangi.

Minggu, Juli 08, 2012

Di Ujung Kala

Aku mendengar ada nurani yang meluruh, meneteskan lembayung di cucuran senja. Angin menggulung menerpa sedu, tertinggallah sebongkah hati yang merindu.

Aku berdiri seperti setiap helaian rumput yang menengadah angkasa, ujung-ujung yang menahan langit di antara keterdiamannya. Dan di sini kutemukan diriku, di sebuah pusaran yang mempermainkan waktu.

Rabu, Februari 29, 2012

Berbisik di Antara Semak

Jiwaku rebah di sana, di antara perdu yang menyeruakkan napasku di ujung kerdil ilalang-ilalang mungil. Kepada siapa aku menoleh, kecuali duka kecil yang berbisik di antara semak.

Jumat, Januari 13, 2012

Telah Hilang

Aku telah lama hilang ditelan rembulan yang cahayanya tercuri malam, meninggalkan ceruk kenangan buruk dari masa-masaku terburuk.

Aku telah lama hilang dalam buntalan hujan di penghujung zaman, hanya tersisa setetes cahaya di antara remrimbunan yang menua.