Jumat, Januari 18, 2013

Dewa Tani

Melihat rerimbunan padi
Bersabdalah dewa tani
Jadi maka-lah jadi
Padi kuning gemuk berisi

Datanglah putra-putri negeri
Dengan panji bertuliskan bakti
Membawa serta semua teknologi
Melihat padi kuning gemuk berisi
Berteriaklah anak negeri
Kita lipatgandakan lagi!

Bibit-bibit unggul ditebari
Obat hama membuat semua mati
Panen cepat semakin dicari
Meski belut kehilangan panggung tari

Terhampar di seluruh negeri
Sawah jadi neraka bergerigi
Surga tergerogoti
Meninggalkan sepi ngeri

Dewa Tani termenung sendiri
Tak ada senandung malam lagi
Semua penghuni alam telah pergi
Tergerus oleh teknologi anak negeri

Kamis, Januari 17, 2013

Berbayang Garuda

Sayap-sayapmu berhamburan diterpa mentari, kepakanmu terbantahkan oleh guliran roda zaman. Sejarahmu hanyalah lagu di tanah kekeringan.

Engkau, balada yang telah lama hilang di negeriku. Engkau, kini hanyalah simbol yang tergantung di atas ketimpangtindihan kesedihan dan kesengsaraan.

Seandainya masih ada nurani, mungkin telah kau sulamkan pada dada mereka semua. Sehingga terbuka mata dan rasa, betapa sakitnya saat itu terobek nyata.

Jika pun kini hanya bayangan hantu, ada mimpi dari masa lalu yang terus melaju. Dan seperti katamu, negeri ini tak akan selamanya semu.