Kamis, Juli 04, 2013

Detik Terpilin Rindu

Mentari masih jauh dari rangkulan senja, langit hanyalah noktah-noktah yang sebagian ruangnya kosong oleh parut awan dan gemulainya aroma ilalang yang menyambanginya. Apakah aku? Siapakah aku?

Buritan waktuku berdecit, pertanda engkau telah memijakkan makna dari sebuah senyum yang sangat pertama. Dan ketika hening kembali tiba, tinggalah detik terpilin rindu, semakna aku yang mengenangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Do not hestitate to leave any comment here